Aku ini memang bisa menutupi kesedihanku, tapi buat orang - orang terdekatku, tidak bisa di naif kan bila aku sedang mempunyai suatu problem.
Oh Allah... Syukurku tak terkira atas nikmat ukhuwah yang Kau berikan.
Indahnya kasih sayang dan saling memberikan dukungan.
Siang hari, dilantai 10. Sehabis ujian bahasa inggris Toeic satu angkatan 2011 universitas Yarsi. Aku melihat teman-temanku yang stress dan banyak komentar tentang ujian 200 soal, ada yang pasrah dengan muka flat, ada yang senyum sumringah dan banyak ragam ekspresi lainnya yang dilakukan teman-temanku.
"..Mping, gimana tadi? Anak EF bisalah yaa pasti. Udah master.." Tanya Kawanku bernama Shatiea.
".. Hahahaha... maksud lo? aamiin Ya Allah.." Jawabku senyum dengan wajah yang agak tak peduli. Pikiranku adalah senang, senang karena ujian akhir semester telah berakhir Tapi batinku adalah beban. Ya, jiwa melankolisku muncul. Sedari tadi sebenernya adalah aku mengerjakan soal sebelum sampai tiga puluh menit juga udah selesai. Jelas saja, karena aku mengerjakannya tidak melihat soal. Kebiasaan buruk dari dulu itu, kalo gak mood sama sesuatu pasti gak peduli. MasyaAllah banget kan.
Sedari satu jam tiga puluh menit setelah aku selesai mengerjakan ujian bahasa inggris itu sebenernya aku berpikir, mencari jalan keluar dalam sebuah ujian kehidupan realita. Sayangnya aku tak menemukan jalan keluar. Aku butuh solusi dari orang yang tepat. Aku butuh tempat sharing dengan orang yang ku percaya.
Samping meja tempat aku ujian, aku melihat sosok wanita yang aku sangat kenal kepribadiannya. Ya, Mardyah namanya. Teman aku waktu di SMA Al Kahfi. Bagaimana kita gak deket, jelas-jelas kita satu angkatan yang akhwat isi nya 33 orang dan yang pindah 3 orang, Meni, Fika, dan Qonju. Walaupun gitu hubungan kita tetep melekat. Kuncinya kita adalah komunikasi bila hubungan kita erat. Ukhuwah kita pelangi yang indah, bisa melengkapi dan solid parah. Sekarang diantara kita berpencar buat mengejar mimpi-mimpi masa depan, buat menjemput cita-cita, buat belajar di tempat yang berbeda-beda. Namun, dikampus ku ada Mardyah yang menemani, bedanya itu aku fakultas psikologi dan mardyah fakultas hukum.
" ...Mardyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh... " Sapa aku penuh rindu dan sumringah.
" ...Saraaaaaaaaaaaaah..." Balas kamu dengan ekspresi yang sama denganku.
Kita bersalaman dan berpelukan sambil menanyakan kabar. Kemudian kita berjalan kerah luar kelas.
" Mardyah... Ane stress... Sambil peluk mardy. kan... kan ane nangis"
" Sar...? kenapa cerita dong, kita udah lama gak ketemu dan gak cerita-cerita"
" Ahhh Mardy.... " Panggilku, memeluk.
" Sar, nt nangis beneran" kamu dengan penuh keheranan bertanya-tanya dan memelukku.
Mardyah memelukku dan membawa kearah ruang tangga darurat lantai 10. Jelas saja, karena di tempat itu sepi, dan aku bebas menangis berekpresi.
" MasyaAllah sar.. Nangis nt udah beda yaa"
Kemudian aku menangis semakin kejer.
Memang Sarah Fitria yang dulu adalah kalo menangis pasti selalu ada ketawanya.
Entahlah, aku tak bisa bercerita dengan Mardyah saat itu. Aku cukup merasa puas dengan tangisan penuh luapan tanpa kata.
Satu menit.
Dua menit.
Tiga menit.
Empat menit.
Lima menit.
Mardyah tetap menatapku, menghiburku bahkan mungkin ia bertanya-tanya.
Hening.
Aku merasa lega.
Kemudian aku tertawa, tersenyum.
" Hahahaha....... Ane gak papa. Makasih ya mar udah nemenin ane nangis"
Mardyah memelukku. Kemudian aku menangis.
" Sar, ceritalah sama ane"
Pada akhirnya aku pun bercerita pada Mardyah.
Aku - kamu saling bertukar pikiran.
kemudian terpecahlah sebuah ide dalam benakku.
Aku merasakan zona positif, lega dan kembali untuk ceria.
Kemudian aku dan Mardy beranjak dari tangga darurat menuju lift lantai 10.
" Semangat Sarah! "
" Ha... Ha... Ha... Semangat juga nt mar "
"Oh iya Mar, ane mau ke lantai 6 dulu ya. Temen-temen udah nunggin ane kayaknya. Ahh mardyah syukron berat yah" Sambil bersalaman dan melangkahkan kaki untuk keluar dari lift.
" Dadaaaaaah Sarah....."
" Dadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah Mardy.... "
***
Tepat turun dari lift aku berpas - pasan dengan Aida.
" Mping... Kamu kenapa?" Tanya temanku Aida.
" Gak papa kok Da.. " Jawabku senyum
" Pasti yang tadi katanya kamu mau sharing sama aku ya?"
" Hahaha.. iyaa. Tapi ntar kalo UAS kamu udah selesai ya''
" Emping..... Keep Smile. Nanti cerita loh yaaaa sama aku. Aku pulang duluan ya "
" Oke, Semangat ya UASnya daaaaa "
Kemudian Aida pergi meninggalkan aku dan turun lewat lift.
Aku melangkah kearah TU fakultas, dan melihat teman-temanku di depan mading.
Beberapa temanku memanggilku.
"Eeeeeeempingggggggg.... Sini ping sini"
" Haloooo... Aku Sholat dulu yaaa"
" Siap deh mping"
Tiba- tiba Shatiea datang menghampiriku ke arah kamar mandi.
" Eeeeemping..............." kamu menghampiri dan memelukku.
" Kamu tadi kenapa nangis sama Mardy? Cerita dong sama aku"
" Iya sayang nanti aku cerita, aku shalat dulu ya"
Entahlah, kenapa banyak yang menanyai mengapa aku menangis. Mungkin saja karena selama ini aku gak pernah menangis di depan mereka selama awal kita kenalan.
Aku ini memang jarang menangis, tapi sekalinya menangis kejer berekspresi.
Aku ini memang susah menangis di depan publik, tapi untuk di depan orang-orang yang aku sayang dan aku percaya aku akan bebas berekspresi untuk menangis.
Terimakasih Allah, Syukurku yang tak terkira karena telah mempunyai teman-teman dan lingkungan yang begitu indah ukhuwahnya.
Terimakasih teman, telah menjadi penyatuan warna pelangi hidupku.
Allah...
Ingin rasanya ku ungkap, betapa aku menyayangi mereka dengan raga jiwa serta ucap syukur, Alhamdulillah :')
@sar_fit
Sabtu, 18 Januari 2014
Kamis, 02 Januari 2014
Haloha 2014 :)
Kesuksesan adalah kesabaran dalam bertahan, maka bersemangatlah.
Masih ada harapan.
Bahkan mentari itu akan cerah penuh kehangatan dan ceria selalu ada saat hujan telah usai. Ya, benar seandainya ketika ada pelangi yang muncul akan selalu mewarnai dengan keragaman indah.
Tetaplah berdiri dengan jati diri.
aku - kamu - kita bahkan mempunyai impian yag berbeda.
Bergeraklah! karena kau tak akan tahu jika disana akan ada hadiah menanti tentang mimpimu. :)
@sar_fit
Jumat, 22 November 2013
Hidup itu pilihan
Ditengah malem gini, keluarga besar dari ummi pada dateng.
Ruangan ramai. Hula - hula aku senang berkumpul. Jam 3 pagi nanti mereka akan pergi tamasya. Menginap.
Aduhai envy nya... Aku? Haha *PadahalSedih* cieee yang strong. Cieee yang berani. Cieee yang rajin masuk. Cieee yang peduli sama amanahnya. Cieee dan cieee... kamu tangguh Sarah.
Ah, semua itu butuh pengorbanan.
Allah aku percaya dibalik pahit itu ada yang indah menanti.
Besok? Emang ada apa yang gak bisa ditinggalin? Besok jam 8 kuliah psikes dan quiz, jam 10 les EF, jam 1 liqo dan kebagian kupas bedah buku biografi hasan albana, selesai liqo balik kerumah ambil majalah annida dan ambil baju buat ke rabbani. Ceritanya siap-siap buat hari Minggu ada seminar. Abis seminar mungkin ada nonton bareng.
Ruangan ramai. Hula - hula aku senang berkumpul. Jam 3 pagi nanti mereka akan pergi tamasya. Menginap.
Aduhai envy nya... Aku? Haha *PadahalSedih* cieee yang strong. Cieee yang berani. Cieee yang rajin masuk. Cieee yang peduli sama amanahnya. Cieee dan cieee... kamu tangguh Sarah.
Ah, semua itu butuh pengorbanan.
Allah aku percaya dibalik pahit itu ada yang indah menanti.
Besok? Emang ada apa yang gak bisa ditinggalin? Besok jam 8 kuliah psikes dan quiz, jam 10 les EF, jam 1 liqo dan kebagian kupas bedah buku biografi hasan albana, selesai liqo balik kerumah ambil majalah annida dan ambil baju buat ke rabbani. Ceritanya siap-siap buat hari Minggu ada seminar. Abis seminar mungkin ada nonton bareng.
"Sar, kamu gak izin? Yang lain aja pada izin gak masuk".
Hmmm...
Kemudian aku tersenyum.
Itu resiko, harus professional, hidup itu pilihan, gak boleh plin-plan. Sok banget aku, ah biarin. Aku ingin belajar mandiri. Aku ingin belajar supaya menjadi anak yang tidak ketergantungan.
Terserah. Aku memang sudah punya prinsip.
Janji pertama itulah yang harus kutepati.
Hmmm...
Kemudian aku tersenyum.
Itu resiko, harus professional, hidup itu pilihan, gak boleh plin-plan. Sok banget aku, ah biarin. Aku ingin belajar mandiri. Aku ingin belajar supaya menjadi anak yang tidak ketergantungan.
Terserah. Aku memang sudah punya prinsip.
Janji pertama itulah yang harus kutepati.
Sendirian? Kata siapa? Aku masih punya Allah yang selalu menemani. :'D
@sar_fit
@sar_fit
Kamis, 21 November 2013
Celoteh inspirasi
" Aidaaaaaaaaaaa, tau gak? aku punya cerita banyak tentang kakak - kakak inspirasi yang subhanallah"
" Waaah, iya? mau tau dong mping, siapa? "
" Pokoknya kamu pasti bakal terenyuh banget deh, namanya kak iffah, kak jay, kak faldo. Blablablabla...."
Sekian lama waktu aku bercerita tentang kakak - kakak inspirasi dengan excited, legapun menjadi senang karena Aida selalu mendengarkan penuh interest. Karena aku tipe orang yang suka berbagi hal sesuatu yang gak penting sampe penting, dari yang antusias sampe basi info, aku sangat gemar nge stalk inspirasi lewat media maya, tapi yang menurutku itu menarik.
***
Seperti biasa, kesokan harinya Aida selalu membawakan informasi hangat tentang sosok inspirasi, dan biasanya itu selalu berkaitan.
"Mping.... Aku juga punya sosok inpirasi, keren deh. kita satu tipe mping sama mereka, gak mau pacaran gitu kaya kita maunya langsung nikah aja"
" Hahahaaa... Aida, siapa da? siapa?
" Namanya Azhar, anak bem UI loh mping, sama ketua bem nya"
" Wah, iya daaaa? Mau tau dong, eh kok kamu nemu aja sih?"
" Iya dong, aku suka nih kata-kata dia di blog (“Gua gak butuh pacar, pacaran itu cuma status yang membatasi lo, yang membuat lo makin kerdil dan gak produktif!”)."
"woooow, jadi makin penasaran sama tulisan-tulisannya"
" Yaudah, nanti istirahat kita ke digital perpustakaan bareng deh ya, nanti aku kasih tau"
" Okeeeeeeeeeeeeeeee :D"
***
Setiba di digital perpustakaan, kami saling memberikan informasi tentang sosok inspirasi.
Aku dan Aida selalu mempunyai suatu tujuan disetiap menemukan sosok inspirasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas diri dengan cara belajar dari sosok inspirasi. Hidup itu pembelajaran dimana setiap langkahnya kita selalu menemukan percikan warna-warni. Disaat kita sedih atau bahagia sebenernya itu adalah kondisi pilihan kita dalam menikmati sebuah proses. Bagaimana kita bisa menghargai sebuah proses jika kita selalu mengeluh tanpa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. "Maka nikmat tuhan manakah yang kau dustakan?" Subhanallah, betapa sayangnya Allah pada kita untuk senantiasa belajar dan bersyukur. Semangat pada perubahan positif terhadap sosok inspirasi =)
@sar_fit
" Waaah, iya? mau tau dong mping, siapa? "
" Pokoknya kamu pasti bakal terenyuh banget deh, namanya kak iffah, kak jay, kak faldo. Blablablabla...."
Sekian lama waktu aku bercerita tentang kakak - kakak inspirasi dengan excited, legapun menjadi senang karena Aida selalu mendengarkan penuh interest. Karena aku tipe orang yang suka berbagi hal sesuatu yang gak penting sampe penting, dari yang antusias sampe basi info, aku sangat gemar nge stalk inspirasi lewat media maya, tapi yang menurutku itu menarik.
***
Seperti biasa, kesokan harinya Aida selalu membawakan informasi hangat tentang sosok inspirasi, dan biasanya itu selalu berkaitan.
"Mping.... Aku juga punya sosok inpirasi, keren deh. kita satu tipe mping sama mereka, gak mau pacaran gitu kaya kita maunya langsung nikah aja"
" Hahahaaa... Aida, siapa da? siapa?
" Namanya Azhar, anak bem UI loh mping, sama ketua bem nya"
" Wah, iya daaaa? Mau tau dong, eh kok kamu nemu aja sih?"
" Iya dong, aku suka nih kata-kata dia di blog (“Gua gak butuh pacar, pacaran itu cuma status yang membatasi lo, yang membuat lo makin kerdil dan gak produktif!”)."
"woooow, jadi makin penasaran sama tulisan-tulisannya"
" Yaudah, nanti istirahat kita ke digital perpustakaan bareng deh ya, nanti aku kasih tau"
" Okeeeeeeeeeeeeeeee :D"
***
Setiba di digital perpustakaan, kami saling memberikan informasi tentang sosok inspirasi.
Aku dan Aida selalu mempunyai suatu tujuan disetiap menemukan sosok inspirasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas diri dengan cara belajar dari sosok inspirasi. Hidup itu pembelajaran dimana setiap langkahnya kita selalu menemukan percikan warna-warni. Disaat kita sedih atau bahagia sebenernya itu adalah kondisi pilihan kita dalam menikmati sebuah proses. Bagaimana kita bisa menghargai sebuah proses jika kita selalu mengeluh tanpa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. "Maka nikmat tuhan manakah yang kau dustakan?" Subhanallah, betapa sayangnya Allah pada kita untuk senantiasa belajar dan bersyukur. Semangat pada perubahan positif terhadap sosok inspirasi =)
@sar_fit
Jumat, 15 November 2013
Kakak inspirasi mau menikah?
Ceritanya lagi online facebook.
Di Home ada status kak iffah yang bagus, terus aku like. Setelah itu buka profil kak iffah. Tiba-Tiba mata melotot, haru dan kaget. 'Kak iffah mau nikah?' Ka iffah sudah menemukan serpihan puzzle nya. Dan.... u know lah aku menstalking calon nya sampe nemu itu siapa. Daaaaaan...... calonnya itu kak Jay. Mereka sama-sama kakak inspiratif aku. Sama-sama anak UI, aktif organisasi, smart abis dan penghafal qur'an sholeh nan sholehah. Duh envy banget coba.
Waktu pertama kali kenal kak jay itu pas lagi cari inspirasi di google tentang motivasi gitu deh. Eh yang kebuka blognya dia dan blog nya isi nya bagus. Jadi biasanya kalo isi blog nya bagus aku pasti baca sampe khatam tuh blog. yaa tetep aja melek biarpun ngantuk.
Sesuatu kan!
Kak iffah juga, dulu sebelum multiply masih eksis. Sering sekali membaca tulisan-tulisan kak iffah. Dan ternyata kak iffah itu temen kecil kakakku. Dan ternyata umi sama abi kita temenan, dan ternyata sodara-sodaranya kak iffah ada juga yang di Alkahfi. Subhanallah banget kan. Dunia sempit abis><
Di Home ada status kak iffah yang bagus, terus aku like. Setelah itu buka profil kak iffah. Tiba-Tiba mata melotot, haru dan kaget. 'Kak iffah mau nikah?' Ka iffah sudah menemukan serpihan puzzle nya. Dan.... u know lah aku menstalking calon nya sampe nemu itu siapa. Daaaaaan...... calonnya itu kak Jay. Mereka sama-sama kakak inspiratif aku. Sama-sama anak UI, aktif organisasi, smart abis dan penghafal qur'an sholeh nan sholehah. Duh envy banget coba.
Waktu pertama kali kenal kak jay itu pas lagi cari inspirasi di google tentang motivasi gitu deh. Eh yang kebuka blognya dia dan blog nya isi nya bagus. Jadi biasanya kalo isi blog nya bagus aku pasti baca sampe khatam tuh blog. yaa tetep aja melek biarpun ngantuk.
Sesuatu kan!
Kak iffah juga, dulu sebelum multiply masih eksis. Sering sekali membaca tulisan-tulisan kak iffah. Dan ternyata kak iffah itu temen kecil kakakku. Dan ternyata umi sama abi kita temenan, dan ternyata sodara-sodaranya kak iffah ada juga yang di Alkahfi. Subhanallah banget kan. Dunia sempit abis><
Tadi barusan, gak sengaja ngubek-ngubek timeline nya mereka berdua. Dan aku menemukan foto. Foto itu adalah undangan yang telah beredar di playstore android judulnya jay dan iffah.
Sampe akhirnya akupun membuka playstore dan ceritanya pengen instal gitu deh cuman gagal mulu gara-gara memori kepenuhan.
Sampe semua game dan semua video yang ada di hp aku hapusin.
Dan..... berhasil!
Pas ngebuka undangannya, sumpaaaahh aaaaa envy abis.
So sweet parah!
Nikah kalian 1 Desember wow banget. Barakallah kakak - kakak inspiratif kak scientia afifah dan andreas senjaya.
Sampe akhirnya akupun membuka playstore dan ceritanya pengen instal gitu deh cuman gagal mulu gara-gara memori kepenuhan.
Sampe semua game dan semua video yang ada di hp aku hapusin.
Dan..... berhasil!
Pas ngebuka undangannya, sumpaaaahh aaaaa envy abis.
So sweet parah!
Nikah kalian 1 Desember wow banget. Barakallah kakak - kakak inspiratif kak scientia afifah dan andreas senjaya.
Mereka inspiratif maya loh, belum pernah ketemu secara langsung. Heran kan, tapi aku suka sama kepribadian mereka. Makanya mereka jadi inspirasi aku :D
@sar_fit
Langganan:
Postingan (Atom)

